Konsumsi Makanan Cepat Saji berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.34011/jkifn.v5i2.3375Keywords:
hipertensi, makanan cepat saji, remajaAbstract
Perubahan trend dan gaya hidup modern mendorong peningkatan konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja. Persebaran restoran dan pedagang makanan cepat saji memperkuat pola konsumsi yang tidak sehat. Kondisi ini diperkuat oleh meningkatnya angka kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal ini sejalan dengan situasi terkini di Indonesia maupun global, yang menunjukkan peningkatan risiko PTM, khususnya hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pada remaja untuk mengetahui bahwa konsumsi makanan cepat saji dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi pada remaja. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 171 siswa/i kelas X dan XI. Alat ukur yang digunakan adalah Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan tensimeter aneroid. Data dianalisis menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (28,6%) siswa/I sering mengonsumsi makanan cepat saji mengalami hipertensi, dengan hasil p-value = 0,030 < ɑ = 0,05, yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi pada remaja. Berdasarkan hasil, direkomendasikan bagi remaja untuk selalu mencari, memahami, dan menerapkan prinsip gizi isi piringku dan pola makan sehat juga meningkatkan kesadaran akan efek jangka panjang dari konsumsi fast food.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Narisa Rizky Praditha, Dian Yuniar Syanti Rahayu, Supriadi Supriadi, Susi Susanti, Kuslan Sunandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


