Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan
DOI:
https://doi.org/10.34011/jkifn.v5i2.3598Keywords:
mahasiswa keperawatan, motivasi berhenti, persepsi merokokAbstract
Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat. Namun, perilaku merokok masih ditemukan pada kelompok ini. PersepsiĀ dampak merokok diduga mempengaruhi motivasi untuk berhenti merokok, meskipun hubungan antara keduanya belum sepenuhnya jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dampak merokok dengan motivasi berhenti merokok pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah 50 mahasiswa keperawatan perokok aktif yang dipilih secara sukarela. Persepsi dampak merokok diukur dengan kuesioner Perception of Smoking-Related Risks and Benefits, sedangkan motivasi berhenti merokok diukur menggunakan Richmond Test. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Mayoritas responden memiliki persepsi yang bervariasi, dengan sebagian besar menyadari risiko jangka pendek, namun masih ada persepsi yang keliru terkait manfaat sosial merokok. Motivasi berhenti merokok sebagian besar berada pada kategori sedang (60%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik antara persepsi dampak merokok dengan motivasi berhenti merokok (r = -0,155; p = 0,283). Persepsi dampak merokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi berhenti merokok pada mahasiswa keperawatan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan persepsi saja tidak cukup untuk meningkatkan motivasi berhenti merokok tanpa intervensi tambahan, seperti dukungan sosial dan pengelolaan ketergantungan nikotin.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Dionisius Kevin, Ag. Sri Oktri Hastuti, Cecillia Indri Kurniasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


