Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn
<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale </strong>is officially registered with the ISSN number <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20211210131790420" target="_blank" rel="noopener">2809-4549</a>. </strong>The journal is located within the Politeknik Kesehatan Bandung. This journal aims to advance the science and practice of nursing by publishing research, reviews, and case studies related to clinical care and nursing education. This journal is accredited with </p> <p style="text-align: justify;"> <img src="https://jurnal.polkesban.ac.id/public/site/images/admin/sinta54benar.png" alt="" width="60" height="30" /></p>UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandungen-USJurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale2809-4549Pengetahuan Ibu tentang Penyakit Tuberkulosis (TBC) pada Anak di Puskesmas Garuda Kota Bandung
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn/article/view/3348
<p>Dengan 123 kasus yang tercatat, jumlah kasus TB pada anak usia 0–14 tahun di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, masih tinggi. Jika jumlah ini tidak ditangani dengan tepat, kemungkinan akan meningkat. Pencegahan penularan tuberkulosis pada anak sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu. Untuk menghindari lebih banyak masalah, penting untuk memahami apa yang diketahui ibu tentang tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan kesadaran ibu tentang tuberkulosis pada anak-anak di Puskesmas Garuda, Kota Bandung. Pengambilan sampel secara tidak sengaja adalah teknik sampel yang digunakan dalam desain penelitian deskriptif ini. Ada 96 peserta dalam penelitian ini. Analisis univariat digunakan untuk menganalisis data. Temuan menunjukkan bahwa lebih dari 50% peserta mengetahui cukup banyak tentang tuberkulosis pada anak-anak.. Sehingga disarankan agar pengetahuan baik tentang TBC dapat dipertahankan serta ditingkatkan melalui penyuluhan rutin, pelatihan kader dan screening TBC oleh tenaga kesehatan sebagai upaya nntuk menurunkan angka kejadian TBC pada anak di Puskesmas Garuda Kota Bandung.</p>Lalan HayalanBani SaktiSusi KusniasihSansri D. K. Dwidasmara
Copyright (c) 2025 Lalan Hayalan, Bani Sakti, Susi Kusniasih, Sansri D. K. Dwidasmara
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3051222810.34011/jkifn.v5i1.3348Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Media Sosial Tiktok terhadap Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Merokok
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn/article/view/3342
<p>Masalah merokok pada remaja merupakan isu kesehatan yang berdampak jangka panjang. Beberapa data menunjukkan usia mulai merokok dimulai dari usia 10 tahun. Perilaku ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular, sehingga diperlukan edukasi yang sesuai karakteristik remaja, salah satunya melalui media sosial TikTok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sejauh mana pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui platform TikTok dapat memengaruhi tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya merokok. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain <em>quasi experiment</em> one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 85 siswa kelas VII dan VIII. Intervensi berupa video animasi edukatif di TikTok selama tujuh hari. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pilihan ganda berisi 30 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi dan setelah diberikan intervensi berupa tujuh video animasi edukasi yang diunggah setiap hari ke akun TikTok peneliti dan dibagikan kepada siswa, terjadi peningkatan pengetahuan. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi melalui TikTok terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. TikTok efektif digunakan sebagai media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja. Penggunaan platform digital ini dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan di kalangan remaja.</p>Muhammad Ziddan AuliaAchmad Husni HusniSupriadi SupriadiTjutju RumijatiSugiyanto Sugiyanto
Copyright (c) 2025 Muhammad Ziddan Aulia, Achmad Husni Husni, Supriadi Supriadi, Tjutju Rumijati, Sugiyanto Sugiyanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3051414810.34011/jkifn.v5i1.3342Gambaran Kecemasan pada Anak dengan Talasemia
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn/article/view/3233
<p>Talasemia merupakan salah satu gangguan darah genetik yang paling umum ditemukan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Anak-anak yang hidup dengan talasemia sering menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan termasuk kebutuhan untuk menjalani transfusi darah rutin dan pengobatan yang dapat berdampak terhadap kehidupan mereka. Gangguan kecemasan penyandang talasemia diidentifikasi sebagai masalah psikologis yang umum dialami anak yang dapat mempengaruhi kehidupan anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kecemasan pada pasien anak peyandang talasemia mayor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 51 pasien yang berada di rentang usia 6-18 tahun yang dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner RCMAS (<em>Revised Childrens Manifest Anxiety Scale)</em>. Pengolahan data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki kecemasan normal sebanyak 31 (72,5%) dan kecemasan klinis sebanyak 14 (27,5%). Penelitian ini menunjukkan sebagian besar kecemasan pasien talasemia mayor berada pada tingkat kecemasan normal.</p>Rahmi YunitaNursyamsiyah NursyamsiyahHenny CahyaningsihMetia AriyantiHaris Sofyana
Copyright (c) 2025 Rahmi Yunita, Nursyamsiyah Nursyamsiyah, Henny Cahyaningsih, Metia Ariyanti, Haris Sofyana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-305181410.34011/jkifn.v5i1.3233Pengaruh Edukasi menggunakan Video Animasi "SIMTAL" terhadap Pengetahuan Siswa tentang Kesiapsiagaan Tanah Longsor
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn/article/view/3357
<p>Indonesia memiliki tingkat risiko bencana alam yang tinggi; Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Pacet, rentan terhadap tanah longsor karena topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Edukasi mitigasi sejak dini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Penelitian ini menilai pengaruh video animasi SIMTAL terhadap pengetahuan kesiapsiagaan tanah longsor pada siswa SD. Desain yang digunakan adalah quasi-eksperimen <em>Non-Equivalent Control Group</em> dengan kelompok intervensi (video) dan kontrol (poster). Pengukuran dilakukan melalui pre-test dan post-test. Uji <em>t</em> independen menunjukkan perbedaan signifikan skor post-test antara kelompok intervensi dan kontrol (t=34,287; p< 0,001). Rata-rata peningkatan pengetahuan pada kelompok video mencapai ±27 poin, sedangkan kelompok poster hanya ±1,8 poin. Peningkatan terbesar terjadi pada kelas V, sejalan dengan tahap operasional konkret Piaget yang mendukung pembelajaran audiovisual. Hasil ini menegaskan bahwa video animasi lebih efektif dibanding poster dalam meningkatkan literasi kebencanaan. Sekolah dasar disarankan mengintegrasikan video animasi SIMTAL dalam proses pembelajaran untuk membangun kapasitas mitigasi bencana sejak dini.</p>Yogasliana FathudinDimas Halim NursanjayaAsep SetiawanBani SaktiMutiara Syagitta
Copyright (c) 2025 Yogasliana Fathudin, Dimas Halim Nursanjaya, Asep Setiawan, Bani Sakti, Mutiara Syagitta
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3051293310.34011/jkifn.v5i1.3357Gambaran Jenis Kelamin, Ketaatan Beribadah dan Sumber Penularan dengan Tingkat Resiliensi pada Remaja dengan HIV
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn/article/view/3347
<p>Kasus remaja dengan HIV (RDHIV) di Indonesia tercatat lebih banyak dibandingkan Negara Malaysia pada tahun 2023. RDHIV merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa beserta menghadapi tantangan terkait HIV yang dideritanya, sehingga mendorong RDHIV agar dapat beradaptasi secara psikologis. Kemampuan penyesuaian diri secara terhadap tantangan dan kesulitan yang dialami disebut dengan resiliensi. Penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin, ketataan beribadah dan sumber penularan dengan tingkat resiliensi. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian <em>cross-sectional. </em>Teknik sampel menggunakan <em>non-probability sampling </em>dengan metode <em>convenience sampling </em>sehingga didapatkan 70 RDHIV. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Child & Youth Resilience Measurement-Revised (CYRM-R)</em>, analisis data dilakukan dengan analisis univariat dengan frekusensi dan presentase untuk data kategorik sedangkan mean dan standar deviasi untuk data numerik. Hasil penelitian menunjukkan RDHIV yang memiliki tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki karakteristik jenis kelamin laki-laki (22), ketaatan beribadah RDHIV yang taat beribadah (29) cenderung menunjukkan tingkat resiliensi tinggi dan sumber penularan pada RDHIV sebagian besar karena perilaku berisiko (24).</p>Indita Wilujeng AstitiLina ErlinaVera Fauziah FatahMuryati MuryatiZaenal Muttaqin
Copyright (c) 2025 Indita Wilujeng Astiti, Lina Erlina, Vera Fauziah Fatah, Muryati Muryati, Zaenal Muttaqin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3051152110.34011/jkifn.v5i1.3347Pengaruh Terapi Kelompok Teraupetik Remaja dan Guided Imagery terhadap Tingkat Stres, Koping Remaja Talasemia
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn/article/view/3334
<div><span lang="id">Talasemia merupakan penyakit hemolitik herediter yang bisa menyebabkan masalah psikososial, emosional danperilaku terutama pada remaja. Terapi kelompok terapeutik merupakan kegiatan kelompok untuk mengatasi masalah perkembangan remaja, membantu mengatasi stres, emosi, akibat penyakit fisik, krisis tumbuh kembang atau penyesuaian. Manajemen stres <em>guided imagery </em>merupakan salah satu cara pengelolaan stres dengan memanfaatkan potensi diri sebagai sumber efektif untuk mengatur emosi serta mengatasi masalah. Tujuan penelitian ini adalah menilai pengaruh terapi kelompok terapeutik remaja dan manajemen stres <em>guided imagery </em>terhadap tingkat stres, koping, remaja talasemia. Desain penelitian menggunakan <em>quasi eksperimental pre-post with control group</em>. Te</span><span lang="EN-US">k</span><span lang="id">nik pengambilan sampe</span><span lang="EN-US">l </span><span lang="id">menggunakan </span><em><span lang="id">purposive</span> <span lang="id">sampling</span></em><span lang="EN-US">. </span><span lang="id">Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja talasemiakelompok intervensi mengalami perubahan yakni penurunan tingkat stres, perubahan strategi koping dibandingkan kelompok kontrol setelah pemberian terapi kelompok terapeutik dan manajemen stres <em>guided imagery </em>(p value < 0</span><span lang="EN-US">,</span><span lang="id">05). Terapi kelompok terapeutik dan manajemen stres <em>guided imagery </em>berpengaruh terhadap tingkat stres, koping</span><span lang="EN-US">. </span><span lang="id">Terapi kelompok terapeutik remaja dapat dijadikan rujukan terapi, dalam pencegahan munculnya masalah psikososialpada remaja talasemia sehingga tugas perkembangan dapat dicapai secara optimal.</span></div>Yanti ApriyantiImam MakhrusSusmadiNawatiAmid Salmid
Copyright (c) 2025 Yanti Apriyanti, Imam Makhrus, Susmadi, Nawati, Amid Salmid
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-30511710.34011/jkifn.v5i1.3334Hubungan Pengetahuan Anemia dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri
https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jkifn/article/view/3122
<p>Masa remaja cenderung muncul berbagai masalah kesehatan salah satunya anemia. Angka kejadian anemia sekitar 4,8 juta remaja diseluruh dunia mengalami anemia. Anemia kerap terjadi pada remaja putri disebabkan karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan. Anemia memiliki dampak buruk bagi remaja putri seperti menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, sehingga pemerintah mengimplementasikan kebijakan untuk mengatasi peningkatan prevalensi anemia dengan memberikan tablet tambah darah kepada sasaran remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah. Peneliti menggunakan desain penelitian <em>cross sectional </em>dengan teknik sampling yaitu <em>probability sampling</em>. Sampel yang akan diteliti sebanyak 75 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yakni kuisioner pengetahuan tentang anemia serta kuisioner <em>MMAS-8 </em>yang diuji menggunakan <em>spearman rho</em>. Hasil uji penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna yang kuat antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah (<em>p value </em>= 0,00 < 0,05) serta memiliki arah hubungan positif. Peran guru dan petugas Kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia sehingga kepatuhan meningkat dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.</p>shalza billa puteri sumpenaSupriadi SupriadiLia MeilianingsihDian Yuniar SyantiSusi Susanti
Copyright (c) 2025 shalza billa puteri sumpena, Supriadi Supriadi, Lia Meilianingsih, Dian Yuniar Syanti, Susi Susanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-302025-06-3051283410.34011/jkifn.v5i1.3122