PROACTIVE COGNITIVE GAME METHOD FOR PERSONS WITH DISABILITIES TO PREVENT EARLY MARRIAGE IN BOGOR CITY

Authors

  • Dedes Fitria Poltekkes Kemenkes Bandung, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Titi Nurhayati Poltekkes Kemenkes Bandung, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Juariah Juariah Poltekkes Kemenkes Bandung, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Fauzia Djamilus Poltekkes Kemenkes Bandung, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Sri Mulyati Poltekkes Kemenkes Bandung, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Eva Sri Rahayu Poltekkes Kemenkes Bandung, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Ni Nyoman Sasnitiari Poltekkes Kemenkes Bandung, Bogor, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34011/jmp2k.v35i4.3848

Keywords:

disabilitas, game kognitif proaktif, pengetahuan

Abstract

Individu dengan disabilitas sering mengalami keterbatasan dalam memahami kesehatan reproduksi akibat rendahnya pendidikan reproduksi serta terbatasnya akses terhadap layanan dan informasi terkait seksualitas. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi yang sesuai dan mudah dipahami. Salah satu pendekatan yang efektif adalah pembelajaran yang bersifat interaktif dan partisipatif, seperti game kognitif proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi menggunakan metode game kognitif proaktif terhadap peningkatan pengetahuan remaja penyandang disabilitas di Kota Bogor. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Studi dilaksanakan pada tahun 2024 di Kota Bogor dengan populasi remaja penyandang disabilitas sebanyak 1.058 orang. Sampel dipilih secara purposive sampling, terdiri atas 60 responden, dengan 30 orang pada kelompok intervensi dan 30 orang pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui game kognitif proaktif, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan reproduksi melalui game kognitif proaktif terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai dampak pernikahan dini. Karakteristik remaja penyandang disabilitas pada dasarnya serupa dengan remaja tanpa disabilitas, dengan tingkat kecerdasan yang setara, meskipun memiliki keterbatasan pada aspek kemampuan verbal. Oleh karena itu, disarankan penggunaan metode edukasi yang interaktif dan menarik untuk meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan pada remaja.

References

[1] A. Maulana, “Hari Perempuan Internasional, Fakta Tingginya Pernikahan Dini, dan Dorongan untuk Terus Berkarya,” Unpad. [Online]. Available: https://www.unpad.ac.id/2023/03/hari-perempuan-internasional-fakta-tingginya-pernikahan-dini-dan-dorongan-untuk-terus-berkarya/

[2] UNICEF, Child Marriage Data Portal. New York: United Nations Children’s Fund, 2025.

[3] UNICEF, UNICEF. Child Marriage in Indonesia: Statistical Profile. New York: United Nations Children’s Fund, 2023.

[4] A. F. Shoolikhah, “Penerapan Model Kooperatif Tipe Talking Stick untuk Meningkatkan Pemahaman Tema Bumi dan Alam Semesta pada Siswa Kelas III MI Jami’atut Tholibin Karangnongko Kab. Kediri,” Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018.

[5] Kemenkes RI, Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Penyandang Disabilitas Usia Dewasa. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, 2017.

[6] H. Purwanto, Ortopedagogik Umum. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta, 1988.

[7] A. W. Pinandari, S. A. Wilopo, and D. Ismail, “Pendidikan Kesehatan Reproduksi Formal dan Hubungan Seksual Pranikah Remaja Indonesia,” Kesmas Natl. Public Heal. J., vol. 10, no. 1, p. 44, 2015, doi: 10.21109/kesmas.v10i1.817.

[8] T. Joko Sri Haryono, T. Koesbardiati, and S. Mas’udah, “Kebijakan Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Perempuan Penyandang Disabilitas dalam Rangka Pencegahan Kekerasan Seksual,” Masyarakat, Kebud. dan Polit., vol. 28, no. 2, pp. 80–93, 2015.

[9] E. I. Palupi, D. C. A., Asmaningrum, N. dan Dewi, “Pengaruh Teknik Talking Stick terhadap Pengetahuan dan Sikap dalam Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja di SMP Negeri 1 Puger Kabupaten Jembe,” e-Jurnal Kesehat., vol. 3, no. 3, 2015.

[10] A. Sulistyowati, “Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Konsep Dan Risiko Pernikahan Usia Muda Terhadap Kehamilan,” e-Journal Aktabe, vol. 1, no. 1, 2018.

[11] M. D. B. Agustiningrum, “Penamaan Proses Pendisplinan Diri Anak Berkebutuhan Khusus (Tuna Rungu Wicara) dalam Pembelajaran Tari Tradisional,” Cakrawala Dini, vol. 5, no. 1, pp. 31–39, 2014.

[12] T. D. Wood, Health Education. New York: McGraw-Hill Book Company, 1926.

[13] Taukhit, “Pengembangan Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Remaja dengan Metode Game Kognitif Proaktif,” J. Stud. Pemuda, vol. 3, no. 2, pp. 123–132, 2014.

[14] S. Novan, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V A SD Negeri 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016.,” Universitas Lampung, 2016.

[15] S. Novan, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V A SD Negeri 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016,” Universitas Lampung.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Fitria, D., Nurhayati, T., Juariah, J., Djamilus, F., Mulyati, S., Rahayu, E. S., & Sasnitiari, N. N. (2025). PROACTIVE COGNITIVE GAME METHOD FOR PERSONS WITH DISABILITIES TO PREVENT EARLY MARRIAGE IN BOGOR CITY. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 35(4), 1627–1634. https://doi.org/10.34011/jmp2k.v35i4.3848

Citation Check