The role of posyandu cadres in child growth monitoring for early detection of stunting

Authors

  • Eli Rahmawati Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia
  • Ernani Setyawati Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia
  • Nuurwahidah Nuurwahidah Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia
  • Damai Noviasari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia
  • Ni Nyoman Murti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia
  • Endah Wijayanti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia
  • Sekar Handayani Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia
  • Ita Kusumayanti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Balikpapan, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34011/jmp2k.v36i1.4203

Keywords:

cadre, knowledge, monitoring, motivation, role, stunting

Abstract

Background: Stunting remains a major public health challenge with long-term consequences for the quality of human resources in Indonesia. Stunting prevention requires early detection through routine child growth monitoring conducted at Integrated Health Service Posts (Posyandu).

Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge and motivation and the role of Posyandu cadres in child growth monitoring as an early detection strategy for stunting in the service area of Graha Indah Public Health Center, North Balikpapan.

Methods: A descriptive analytical study with a cross-sectional design was conducted. A total of 79 active Posyandu cadres were purposively selected as the study sample. Data were collected using structured questionnaires that had been tested for validity and reliability and were analyzed using Spearman’s rank correlation test.

Results: The results showed that Posyandu cadres generally had good levels of knowledge and motivation and performed their roles optimally. A strong and statistically significant relationship was found between motivation and the role of cadres (p=0,001), whereas knowledge was not significantly associated with cadre roles (p=0,650).

Conclusion: These findings indicate that motivation is a key factor in optimizing the role of Posyandu cadres in child growth monitoring. This study recommends strengthening cadre motivation through continuous training, intensive supervision, and performance-based incentive systems to enhance the effectiveness of early stunting detection at the community level.

References

[1] H. Y. Muslihin, A. Loita, Y. Fauziah, N. Rahmadani, and S. Masturoh, “Deteksi dini gizi kurang dan risiko gagal tumbuh: urgensi pemantauan rutin di usia golden age,” Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, vol. 6, no. 3, pp. 378–389, Jul. 2025, doi: 10.46773/alathfal.v6i3.2130.

[2] R. D. Lestari, S. S. Riza, and S. Milah, “Strategi pencegahan stunting terhadap perkembangan kognitif anak usia dini: penelitian di POS PAUD Ceria Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis,” Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, vol. 2, no. 5, pp. 7714–7723, 2025.

[3] Kementerian Kesehatan RI, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2022.

[4] Kementerian Kesehatan RI, Panduan Hari Gizi Nasional ke-64 Tahun 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2024.

[5] Alfiani, “Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen turunkan angka stunting,” 2025. [Online]. Available: https://rri.co.id/samarinda/kesehatan/1319176/pemerintah-kota-balikpapan-berkomitmen-turunkan-angka-stunting

[6] Diskominfo Balikpapan, “Percepatan stunting Kota Balikpapan fokuskan penanganan di delapan lokasi,” 2023. [Online]. Available: https://web.balikpapan.go.id/berita/read/9318

[7] Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Umum Posyandu. Jakarta: Direktorat Gizi, Kementerian Kesehatan RI, 2021.

[8] B. Handayani, N. Nurseha, S. Sundary, and B. Arianto, Strategi Pencegahan Stunting Berkelanjutan. Banyumas: Ganesha Kreasi Semesta, 2024.

[9] L. N. Aome, Muntasir, S. M. Toy, “Faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bautama tahun 2021,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, vol. 1, no. 3, pp. 418–428, 2022, doi: 10.55123/sehatmas.v1i3.693.

[10] D. Noprida et al., “Pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap peningkatan pengetahuan tentang skrining pertumbuhan dan perkembangan balita dengan KPSP wilayah Pasar Rebo,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas, vol. 1, no. 2, pp. 62–68, 2021, doi: 10.53801/jpmsk.v1i02.22.

[11] A. Karlina et al., “Faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mataoleo Kab. Bombana,” Miracle Journal of Public Health, vol. 2, no. 1, pp. 28–36, 2019, doi: 10.36566/mjph.v2i1.9.

[12] Kementerian Kesehatan RI, “Prevalensi stunting Indonesia turun di bawah 20 persen,” 2025. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/pertama-kali-dalam-sejarah-prevalensi-stunting-indonesia-turun-di-bawah-20-persen

[13] Z. A. Faiqah and S. Suhartatik, “Peran kader posyandu dalam pemantauan status gizi balita: literature review,” Journal of Health, Education, and Literacy, vol. 5, no. 1, 2022, doi: 10.31605/j-healt.v5i1.1573.

[14] N. Nugraheni and A. Malik, “Peran kader posyandu dalam mencegah kasus stunting di Kelurahan Ngijo Kota Semarang,” Lifelong Education Journal, vol. 3, no. 1, pp. 83–92, 2023, doi: 10.59935/lej.v3i1.198.

[15] N. S. Lazuli, E. Trisnawati, and Marlenywati, “Faktor yang mempengaruhi kinerja kader posyandu berdasarkan status gizi di Desa Limbung,” Darussalam Nutrition Journal, vol. 8, no. 2, pp. 189–201, 2024, doi: 10.21111/dnj.v8i2.13051.

[16] Wulandari et al., “Pengetahuan kader posyandu dalam pelaksanaan deteksi dini stunting,” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, vol. 22, no. 2, pp. 1222–1225, 2022, doi: 10.33087/jiubj.v22i2.2404.

[17] Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Pemantauan Pertumbuhan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2021.

[18] BKKBN RI, Kebijakan dan Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia: Modul 1 TOT Pendampingan Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting bagi Fasilitator Tingkat Provinsi. Jakarta: BKKBN, 2021.

[19] Marlenywati and T. Sinaga, “Refreshing pelatihan kader dalam upaya pencegahan stunting di Desa Limbung,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, vol. 6, no. 1, pp. 342–347, 2025, doi: 10.55338/jpkmn.v6i1.4568.

[20] R. M. Sudirman and D. Rahayu, “Hubungan pendidikan dan pengetahuan kader posyandu dengan kemampuan deteksi dini stunting di wilayah kerja Puskesmas Ciganda Mekar Kabupaten Kuningan,” Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, vol. 2, no. 9, pp. 406–417, 2023.

[21] O. D. Permana, N. C. Apsari, and B. M. Taftazani, “Pengaruh terapi perilaku kognitif dalam modifikasi perilaku kesehatan pada penerima Program Keluarga Harapan (PKH),” Humanika, vol. 30, no. 2, pp. 152–164, Jan. 2024, doi: 10.14710/humanika.v30i2.58289.

[22] I. Munir, “Pelatihan intensif kader kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting yang efektif,” Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, vol. 2, no. 3, pp. 42–48, Jul. 2024, doi: 10.55606/jig.v2i3.3034.

[23] H. S. Nurhayani, S. M. Lisca, and R. Putri, “Hubungan pengetahuan ibu, motivasi dan peran kader terhadap kunjungan balita ke posyandu di Puskesmas Cikalong Kabupaten Tasikmalaya tahun 2023,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 2, no. 10, pp. 4332–4345, Oct. 2023, doi: 10.55681/sentri.v2i10.1672.

[24] L. M. Janwarin, “Hubungan pengetahuan dan motivasi dengan keaktifan kader posyandu,” Moluccas Health Journal, vol. 2, no. 2, Jan. 2021, doi: 10.54639/mhj.v2i2.465.

[25] A. D. Sulistiyanto et al., “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini stunting berbasis masyarakat,” Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, vol. 14, no. 2, pp. 425–436, Aug. 2023, doi: 10.26751/jikk.v14i2.1827.

[26] I. Afifa, “Kinerja kader dalam pencegahan stunting: peran lama kerja sebagai kader, pengetahuan dan motivasi,” Jurnal Kedokteran Brawijaya, vol. 30, no. 4, pp. 336–341, Aug. 2019, doi: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.19.

[27] D. Mulyaningsih and L. Mursyidah, “Policy implementation of stunting prevention in Sidokerto Village,” Indonesian Journal of Public Policy Review, vol. 25, no. 4, Oct. 2024, doi: 10.21070/ijppr.v25i4.1436.

[28] M. Anton, “Pengaruh pelatihan dan pemberian insentif terhadap kinerja kader kesehatan melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening,” Jurnal Syntax Admiration, vol. 5, no. 3, pp. 732–749, Mar. 2024, doi: 10.46799/jsa.v5i3.1058.

[29] Atiah, M. F. T. Mutaqin, and I. Risna, “Peran kader posyandu dalam mengembangkan resiliensi orangtua yang menyandang anak stunting,” Jurnal Anak Bangsa, vol. 3, no. 2, 2024.

[30] N. Abri, A. Fauzi, and A. Toaha, “Pengaruh intervensi edukasi gerakan integritas zat inti (GIZI) terhadap kapasitas kader posyandu untuk mendukung program penurunan stunting,” Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas, vol. 6, no. 2, pp. 248–259, 2025.

[31] Z. Khair and H. Hotimah, “Penguatan kompetensi kader kesehatan dalam deteksi dini stunting dan tumbuh kembang balita di Desa Dopang Gunung Sari Lombok Barat,” UNITY: Journal of Community Service, vol. 1, no. 1, pp. 10–14, Jul. 2024, doi: 10.70716/unity.v1i1.59.

[32] E. Gunawan and D. Ayubi, “Literature review: determinan kinerja kader kesehatan,” J-Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 9, no. 1, p. 18, May 2023, doi: 10.35329/jkesmas.v9i1.3991.

[33] S. S. Holida, K. M. Yusfar, and S. D. Karimah, “Hubungan antara pengetahuan kader posyandu dengan keterampilan kader dalam deteksi stunting di Desa Mandalamekar,” Healthy Journal, vol. 13, no. 2, pp. 141–152, Oct. 2024, doi: 10.55222/5dxfw707.

[34] D. S. T. Astuti and R. Ratnawati, “Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan stunting,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju, vol. 3, no. 3, pp. 94–99, Dec. 2022, doi: 10.33221/jpmim.v3i02.1929.

Downloads

Published

2026-03-16

How to Cite

Rahmawati, E., Setyawati, E., Nuurwahidah, N., Noviasari, D., Murti, N. N., Wijayanti, E., … Kusumayanti, I. (2026). The role of posyandu cadres in child growth monitoring for early detection of stunting. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 36(1), 69–80. https://doi.org/10.34011/jmp2k.v36i1.4203

Citation Check

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 

You may also start an advanced similarity search for this article.