CLINICAL AUDIT OF MEDICAL RECORDS BASED ON CLINICAL PATHWAY: CASE STUDY BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH)

Authors

  • Ida Sugiarti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Tasikmalaya, Indonesia
  • Dedi Setiadi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Tasikmalaya, Indonesia
  • Fadil Ahmad Junaedi Universitas Bhakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Indonesia
  • Ida Wahyuni Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34011/jmp2k.v36i1.3436

Keywords:

audit klinis, BPH, jalur klinis, rekam medis

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi umum pada pria dewasa dengan prevalensi melebihi 50 % pada usia ≥ 60 tahun. BPH menimbulkan gejala lower urinary tract infection yang menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan beban layanan kesehatan melalui kunjungan, pemeriksaan, dan intervensi medis. Praktik pelayanan BPH masih bervariasi antar layanan kesehatan, rekam medis yang masih tidak konsisten dan sering menyimpang dari pedoman klinis. Tujuan penelitian mengkaji implementasi clinical pathway (CP) BPH melalui audit klinis serta mengeksplorasi faktor‑faktor penghambatnya. Jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus pada satu pusat layanan rujukan daerah. Data dikumpulkan melalui tiga sumber triangulasi: (1) observasi audit medis terhadap 63 rekam medis pasien BPH, (2) wawancara mendalam dengan 12 tenaga kesehatan (dokter dan perawat), dan (3) dokumen kebijakan terkait CP. Analisis tematik dilakukan secara iteratif untuk mengidentifikasi pola‑pola ketidaksesuaian CP serta hambatan implementasi. Hasil penelitian sebanyak 35 % rekam medis tidak memenuhi kriteria CP. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran tenaga kesehatan terhadap CP, keterbatasan waktu klinis, serta kurangnya integrasi sistem informasi kesehatan. Implementasi CP BPH masih terhambat oleh faktor klinis dan sistemik. CP berbasis bukti menawarkan solusi strategis untuk meningkatkan konsistensi dan kualitas layanan. Diperlukan kebijakan pendukung, pelatihan berkelanjutan, dan integrasi sistem informasi untuk mengoptimalkan penerapannya

References

[1] L. Noba, S. Rodgers, C. Chandler, A. Balfour, D. Hariharan, and V. S. Yip, “Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) Reduces Hospital Costs and Improve Clinical Outcomes in Liver Surgery: a Systematic Review and Meta-Analysis,” J. Gastrointest. Surg., vol. 24, no. 4, pp. 918–932, 2020, doi: 10.1007/s11605-019-04499-0.

[2] F. Kanwal et al., “Clinical Care Pathway for the Risk Stratification and Management of Patients With Nonalcoholic Fatty Liver Disease,” Gastroenterology, vol. 161, no. 5, pp. 1657–1669, 2021.

[3] A. Fitria, A. Armani Sofa, T. Rochma Nurul, B. T. Purwaka, and W. J. Pudjirahardjo, “Penerapan Clinical Pathway sebagai Instrumen Pengendalian Biaya Pelayanan di Dr. Soetomo : Studi Penelitian Tindakan Penderita BPJS yang Menjalani Operasi Caesar dengan Sistem Pembayaran INA-CBG,” J. Keperawatan Silampari, vol. 4, no. 2, pp. 593-599. https://doi.org/10.31539/jks.v4i2.1546, 2021, doi: https://doi.org/10.31539/jks.v4i2.1546.

[4] R. Pinzon, L. Asanti, and K. R. Widyo SMF Saraf Bethesda Yogyakarta, “Clinical Pathway Dalam Pelayanan Stroke Akut: Apakah Pathway Memperbaiki Proses Pelayanan?,” J. Manaj. Pelayanan Kesehat., vol. 12, no. 1, pp. 20-23. https://doi.org/10.22146/jmpk.v12i01.2562, 2009, doi: https://doi.org/10.22146/jmpk.v12i01.2562.

[5] A. G. De Belvis et al., “Ischemic stroke: clinical pathway impact.,” Int. J. Health Care Qual. Assur., vol. 32, no. 3, pp. 588-598. https://doi.org/10.1108/IJHCQA-05-2018–01, Apr. 2019, doi: https://doi.org/10.1108/IJHCQA-05-2018-0111.

[6] O. D. Paramita and I. Dwiprehasto, “Penggunaan Clinical Reminder Sebagai Instrumen Kendali Mutu dan Kendali Biaya Pada Penatalaksanaan Bayi Prematur Yang Dirawat di NICU RSUD Tarakan,” Universitas Gajah Mmada, Yogyakarta, 2019.

[7] G. R. Hatta, “Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan,” in Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan, Jakarta: UI Press, 2022, p. 496.

[8] D. R. Sari, “Audit Implementasi Clinical Pathway Diare Akut di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2016,” J. ARSI, vol. 3, no. 2, pp. 115-126. http://dx.doi.org/10.7454/arsi.v3i2.2217, 2017, doi: http://dx.doi.org/10.7454/arsi.v3i2.2217.

[9] H. Djasri, “Corona Virus dan Manajemen Mutu Pelayanan Klinis di Rumah Sakit,” J. Hosp. Accredit., vol. 2, no. 1, pp. 1–2, 2020, doi: 10.35727/jha.v2i1.62.

[10] H. Djasri, “Pengantar Pelatihan Clinical Audit (Audit Klinik/Medik) di RS. Disampaikan pada Bimbingan Teknis Audit klinis (Audit Medis & keperawatan) di Rumah Sakit dan Puskesmas/Klinik, Yogyakarta, 29-30 November 2019,” 2019, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

[11] A. Arifuddin, S. Rochmiyati, A. F. Nur, N. E. Dyastuti, H. Arifuddin, and Vidyanto, “Peranan Clinical Governance terhadap Penjaminan Mutu Rumah Sakit; Sistematik Review.pdf,” Heal. Tadulako J., vol. 8, no. 2, 2022, doi: https://doi.org/10.22487/htj.v8i2.530.

[12] NHS, “Clinical Audit and Effectiveness Policy,” 2020.

[13] T. Ebbers, R. P. Takes, L. E. Smeele, R. B. Kool, G. B. van den Broek, and R. Dirven, “The implementation of a multidisciplinary, electronic health record embedded care pathway to improve structured data recording and decrease electronic health record burden,” Int. J. Med. Inform., vol. 184, p. 105344, Apr. 2024, doi: 10.1016/J.IJMEDINF.2024.105344.

[14] M. Askari, J. L. Y. Y. Tam, and J. Klundert, “The effectiveness of clinical pathway software in inpatient settings: A systematic review.,” Int. J. Med. Inform., vol. 147, p. 104374. https://doi.org/10.1016/j.ijmedinf.2020.10, Mar. 2021, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2020.104374.

[15] J. Walsh et al., “Path towards efficient paediatric formulation development based on partnering with clinical pharmacologists and clinicians, a conect4children expert group white paper,” Br. J. Clin. Pharmacol., vol. 88, no. 12, pp. 5034–5051, Dec. 2022, doi: 10.1111/BCP.14989.

[16] R. Cannarella, R. A. Condorelli, F. Barbagallo, S. La Vignera, and A. E. Calogero, “Endocrinology of the Aging Prostate: Current Concepts.,” Front. Endocrinol. (Lausanne)., vol. 12, p. 554078. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.554078, 2021, doi: 10.3389/fendo.2021.554078.

[17] W. Zhang et al., “Depressive symptoms in individuals diagnosed with lower urinary tract symptoms suggestive of benign prostatic hyperplasia (LUTS/BPH) in middle-aged and older Chinese individuals: Results from the China Health and Retirement Longitudinal Study.,” J. Affect. Disord., vol. 296, pp. 660-666. https://doi.org/10.1016/j.jad.2021.09.045, Jan. 2022, doi: 10.1016/j.jad.2021.09.045.

[18] D. Porav-Hodade et al., “Prostate Dimensions and Their Impact on LUTS and Erectile Function: Is Length the Missing Link?,” J. Clin. Med. 2024, Vol. 13, Page 7123, vol. 13, no. 23, p. 7123, Nov. 2024, doi: 10.3390/JCM13237123.

[19] C. ke Wang, J. hua Zhang, Y. Gao, X. yu Meng, H. xia Zhang, and H. huan Luo, “Quality of life and influencing factors in older adults with benign prostatic hyperplasia,” Int. J. Urol. Nurs., vol. 18, no. 1, p. e12391, Mar. 2024, doi: 10.1111/IJUN.12391.

[20] W. J. Tan and E. B. K. Kwek, “Outcomes after implementation of an open fracture clinical pathway.,” Arch. Orthop. Trauma Surg., vol. 140, no. 10, pp. 1373-1379. https://doi.org/10.1007/s00402-020–0336, Oct. 2020, doi: 10.1007/s00402-020-03363-0.

[21] I. Sugiarti and F. A. Junaedi, “Pendampingan Pembuatan Clinical Pathway Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Di RSUD DR. Soekardjo Kota Tasikmalaya,” J. Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 2, Jan. 2023, Accessed: Sep. 16, 2024. [Online]. Available: https://ejurnal.universitas-bth.ac.id/index.php/P3M_JUPEMAS/article/view/1009

[22] K. P. Freeman, J. R. Cook, and E. H. Hooijberg, “Standard operating procedures,” J. Am. Vet. Med. Assoc., vol. 258, no. 5, p. 477. https://doi.org/10.2460/javma.258.5.477, 2021, doi: https://doi.org/10.2460/javma.258.5.477.

[23] T. Warashati, D; Novieastari, E; Afriani, “Optimalisasi Peran Dan Fungsi Kepala Ruangan Dalam Pelaksanaan Sosialisasi Regulasi Dan Standar Prosedur Operasional Keselamatan Pasien,” J. Keperawatan Komprehensif, vol. 6, no. 2, pp. 85-94. https://doi.org/10.33755/jkk.v6i2.165, 2020, doi: https://doi.org/10.33755/jkk.v6i2.165.

Downloads

Published

2026-01-15

How to Cite

Sugiarti, I., Setiadi, D., Junaedi, F. A., & Wahyuni, I. (2026). CLINICAL AUDIT OF MEDICAL RECORDS BASED ON CLINICAL PATHWAY: CASE STUDY BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH). Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 36(1), 1–11. https://doi.org/10.34011/jmp2k.v36i1.3436

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.