ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR

Authors

  • Putri Martina Julyanti a:1:{s:5:"en_US";s:56:"Poltekkes Kemenkes Bandung Program Studi Kebidanan Bogor";}
  • Enung Harni Susilawati

Keywords:

Asfiksia, Bayi Baru Lahir

Abstract

 

Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah laporan kasus. Metode pendokumentasian yang digunakan ialah dalam bentuk SOAP. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasian dan literatur.

Diperoleh data subjektif pada bayi Ny. N lahir pada hari Kamis 28 Maret 2024, pukul 09.55 WIB, Jenis kelamin laki-laki, usia kehamilan cukup bulan 41 minggu, dengan ketuban mekonium. Data objektif dari keadaan bayi tidak langsung menangis, tonus otot

 

lemah, warna kulit kemerahan dan ekstremitas kebiruan. Analisis yang ditegakkan dari data di atas adalah bayi Ny. N dengan Asfiksia. Penatalaksanaan yang dilakukan pada kasus ini adalah melakukan pencegahan kehilangan panas, mengatur posisi bayi yaitu sedikit ekstensi, mengisap lendir dengan menggunakan sunction, mengeringkan tubuh bayi, melakukan rangsangan taktil, dan melakukan penilaian nafas dan reposisi dan dilanjutkan dengan asuhan bayi baru lahir pasca resusitasi dan membawa bayi ke ruang perinatologi untuk dilakukan pemantauan TTV dan keadaan umum bayi.

Kesimpulan hasil asuhan yang didapat adalah adalah setelh dilakukan asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan asfiksia pada bayi Ny. N, tidak ada komplikasi ataupun tanda bahaya pada bayi Ny. N dan tertangani sesuai SOP. Saran yang diberikan kepada Ny. N dan keluarga menjaga kehangatan bayi, memberikan ASI ekslusif, perawatan bayi baru lahir dan mengetahui tanda bahaya bayi baru lahir.

Downloads

Published

Apr 30, 2024

How to Cite

Martina Julyanti, P., & Harni Susilawati, E. . (2024). ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 4(3), 1208–1215. Retrieved from https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jks/article/view/2177