ASUHAN KEBIDANAN PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN FLUOR ALBUS: SEBUAH LAPORAN KASUS
Authors
Dinda Septiana
a:1:{s:5:"en_US";s:86:"Kemenkes Poltekkes Bandung Program Studi Kebidanan (Kampus Bogor) Program Diploma III ";}, Indonesia
Juariah
Keywords:
Keluarga berencana, keputihan, suntik
Abstract
Keputihan adalah keluarnya cairan dari alat kelamin berwarna putih dan tidak berbau. Keputihan bukanlah penyakit akan tetapi jika dibiarkan akan memicu berbagai penyakit infeksi genetalia seperti vulvitis, vaginitiskandidiasis, servisitis dan endometritis, sehingga harus mendapat asuhan yang tepat. Salah satu yang mempengaruhinya adalah personal hygiene yang kurang baik, faktor kelelahan dan stress. Metode penulisan yang digunakan menggunakan metode laporan kasus dalam bentuk pendokumentasian SOAP. Hasil pengkajian subjektif Ny. L ingin KB suntik 3 bulan, mengalami keputihan selama 5 hari berwarna putih, tidak gatal, panas, perih dan berbau, belum pernah diberi edukasi keputihan dan personal hygiene. Pemeriksaan genetalia didapatkan pengeluaran cairan berwarna putih dan tidak berbau. Analisa didapat Ny. L akseptor KB suntik 3 bulan dengan keputihan. Asuhannya melakukan penyuntikkan KB suntik 3 bulan, memberikan KIE efek samping KB suntik, penyebab dan penanganan keputihan termasuk dengan mencuci area kemaluan dengan air rebusan daun sirih. Kesimpulan Ny. L mengalami keputihan fisiologis, telah melakukan arahan yang diberikan dan masalah tertangani setelah 26 hari. Saran diharapkan menjaga personal hygiene serta adanya dukungan keluarga. Peran bidan melakukan deteksi dini tanda dan gejala keputihan patologis serta upaya pencegahan infeksi.
Septiana, D., & Juariah. (2024). ASUHAN KEBIDANAN PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN FLUOR ALBUS: SEBUAH LAPORAN KASUS. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 4(3), 1226–1231. Retrieved from https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jks/article/view/2216